Paranoia

paranoia. sebuah keadaan mental dimana penderitanya mengalami prasangka, pikiran buruk tentang orang lain, terus menerus dalam keadaan curiga yang tidak masuk akal  sehingga mengakibatkan kesalahan persepsi dan mengganggu dalam melakukan aktivitas. mungkin ini juga yang tengah melanda bangsa indonesia. bukan hanya menimpa pembesarnya namun juga nenimpa para rakyatnya.

semua orang mengalami paranoia. eksekutif yang harusnya memerintah dengan pikiran jernih namun akhirnya menjadi curiga yang berlebihan bahkan kepada rakyatnya sendiri. mencurigai bahwa rakyat akan mendongkel kekuasaan sang eksekutif.

para legislator yang harusnya mengawasi, menjadi watch dog juga ikut-ikutan menjadi paranoia dengan mencurigai kegiatan koleganya di eksekutif. setiap pertemuan, tiap kata dalam konferensi pers yang nyata-nyata hanya sebuah retorika begitu ditanggapi dengan reaktif. hingga ujung-ujungnya hanya menghasilkan kebingungan baru di tengah masyarakat.

bahkan rakyat pun ikut-ikutan mejadi paranoia. curiga kepada pemerintah. jangan-jangan pemerintah ini ndak kerja sama sekali. jangan-jangan mereka kerjanya hanya makan gaji buta. hingga perlu didemo sampai teriak-teriak di tepi jalan, kepanasan dan kehujanan. curiga kepada para wakil rakyat. jangan-jangan nanti mereka juga pada akhirnya kong-kalikong dengan penguasa untuk membohongi rakyat. menjadi dewan abal-abal yang kerjanya hanya absen dan terima gaji di akhir bulan yang rasanya terlalu besar jika hanya untuk sebuah kerja yang isinya hanya omong kosong belaka.

dan sederet paranoia yang rasanya sudah begitu jamak di negara yang usianya lebih dari setengah abad ini. paranoia yang tidak pernah berhenti dan entah kapan akan berhenti.

mungkin jika anda termasuk orang yang religius meski dalam artian pergi ke tempat ibadah meski itu hanya seminggu sekali, mungkin ini sebuah siksaan tuhan. yang rasanya lebih mengerikan jika dibandingkan dengan tsunami atapun gempa, banjir, tanah longsor bahkan angin puting beliung. bagaimana tidak lebih mengerikan, lha wong siksaan ini tidak berwujud, tidak nampak alias kasat mata. namun tanpa kita sadari badan kitaakan menjadi kurus kering, energi kita akan terkuras hanya karena kita mengalami curiga yang sama sekali tidak beralasan. hanya karena sebuah pidato, hanya karena sebuah sidang pun hanya karena sebuah teriakan, kita mengalami kecemasan. makan tak enak, tidur tak nyenyak. seakan-akan ada yang mau menangkap, menikam kita dari belakang. bagaimana itu tidak menyiksa namanya?!

kecuali anda adalah seorang yang sama sekali apatis dengan keadaan di sekitar anda dan tidak mau mabil pusing apakah negara ini akan tenggelam atau ndak kecuali hal itu menyangkut bakul nasi anda, marilah sekarang mulai untuk lebih peduli dengan tidak ikut-ikutan untuk menjadi paranoia dengan keadaan yang rasanya masih akan terjadi untuk beberapa tahun ke depan.