Demo Kerbau, Ku Yakin Sampai Di Sana Vis a vis Bongkar

polemik seputar boleh tidaknya memakai kerbau sebagai bagian dari atraksi dalam demonstrasi masih bergulir. banyak pihak yang saling melempar komentar, baik dari pihak yang tidak keberatan penggunaan simbol kerbau sebagai bagian dari demonstrasi atau dari pihak yang merasa keberatan dengan penggunaan kerbau sebagai simbol bagi kepala negara karena dianggap melukai kesantunan timur dan tidak mendidik.

namun saya tidak ingin larut dalam polemik tadi. saya lebih suka membicarakan langkah presiden untuk meluncurkan album baru menjelang seratus hari masa pemerintahannya yang kedua dan kaitannya dengan demo-demo yang menuntut pengunduran dirinya termasuk demo si kerbau tadi.

nah, sebelum polemik ini bergulir, presiden mengeluarkan sebuah album yang bertajuk “ku yakin sampai di sana”. yang liriknyaa antara lain menunjukkan tekad sang presiden untuk terus maju, berjuang dengan prinsip yang ia yakini meskipun ia tahu jalan itu akan sulit, meski harus seperti yang ia gambarkan, seperti melalui berbagi jalan namun jalan itu hanya satu tujuan, Roma.

ndilalah, tak lama berselang, terjadi demo kerbau yang sampai sekarang menjadi polemik. dari desas-desus yang beredar demo kerbau tadi untuk menyindir sang presiden. menunjukkan kemalasan sang presiden. menyindir kedunguan dalam menyikapi kasus bank century yang diduga melibatkan wakil presiden dan menteri keuangan.

nah, lantas apa kaitannya antara lagu sang presiden dan aktivitas demo yang sekarang nampaknya tidak makin mereda namun malah lebih intens meski dalam skala yang relatif kecil dan lebih bersifat sporadis. ini menariknya, menurut saya, lagu yang diluncurkan beberapa hari menjelang seratus hari masa kepemimpinan yang kedua, menunjukkan bahwa bagaimanapun goyangan, protes, kritik dan ketidaksetujuan para pemrotes baik dari legislatif ataupun dari masyarakat biasa tidak akan menggoyahkan keinginan presiden untuk bertahan hingga masa akhir jabatannya  meski harus dengan melakukan berbagai trik dan teknik yang super siluman.

lah, terus bagaimana nasib orang kecil yang pengen adanya perubahan yang signifikan dan bukan hanya janji-janji. apa lima tahun mendatang hanya akan mendapat obralan janji-jani mengenai pemberantasan korupsi tapi sama sekali implementasinya tak kunjung nyata.

masak mesti nyayi bongkar tiap hari. bongkar segala ketidakpastian. bongkar segala hal-hal yang berbau siluman. bongkar segala ketidakadilan.

sebuah bongkar yang akhirnya memaksa bahkan yang merasa dirinya bagian paling kecil dari negri ini untuk turun ke jalan dan meneriakkan bongkar di hidung kerbau.

yah…sebuah bongkar yang mesti berlanjut sampai kapan pun…

photo courtesy: vivanews.com