Facebook, Sebuah Goro-goro Modern

facebook

facebook…siapa tak kenal situs jejaring sosial bikinan mark zuckerberg ini. situs yang semula hanya untuk mempertautkan pertemanan antar alumni ini kemudian berkembang, melesat jauh melampaui situs pertemanan yang telah lebih dulu muncul seperti friendster ataupun my space. bahkan hari-hari ini, situs ini setelah 1,6% sahamnya dibeli  oleh microsoft kembali membuat raksasa internet seperti google gerah sehingga seakan perlu untuk membendung laju facebook dengan meluncurkan jaringan sosial via akun email terbesarnya, gmail.

gegap gempita itu pun terdengar hingga ke indonesia yang begitu jauh dari tempat asal kelahirannya. saya pun sempat menikmati ketika facebook di negeri ini belum booming seperti saat ini. saat itu hanya ada sekitar ribuan anggota yang terdaftar. sangat-sangat kecil jika dibandingkan pengguna situs jejaring sosial seperti friendster misalnya.

disini, dengan kosakata yang berbeda, orang dengan mudahnya mengeja dari kata asalnya dan mengadaptasikannya menjadi citarasa lokal menjadi “fesbuk”, yang lain yang tidak fasih melafalkan “f” pun tak kalah melafalkannya dengan “pesbuk”. hingga akhirnya situs yang satu inipun akhirnya benar-benar bernuansa lokal. hal itu masih dipermudah dengan diadaptasikannya situs ini ke bahasa indonesia. sampai-sampai yang baru belajar bahasa inggris pun bisa mengoperasikanny tanpa harus menggunakan bahasa inggris.

bahkan remaja, ketika saya menyempatkan untuk jalan-jalan, mulai dari sekolah dasar pun sudah mengenal yang namanya facebook. kadang ketika saya ke warnet milik teman saya, saya menyaksikan remaja smp dengan asyiknya mantengi akun facebooknya. add sana add sini. sama seperti ketika zaman keemasan friendster. sesuatu yang ditakutkan ketika friendster benar-benar terjadi. hal yang ditakutkan itu, bahkan menuai kritikan dari pengamat IT saat itu, masalah keamanan dari friendster. yang dimaksud adalah saat itu akun friendster banyak diisi oleh identitas kosong sehingga rawan untuk terjadinya penipuan. hal itu terjadi karena friendster tidak menyaring identitas seperti awal-awal facebook muncul.

namun seiring perkembangan dari facebook, kerentanan yang ditimbulkan oleh friendster juga mulai muncul di facebook. bahkan berbagai masalah yang dulu tidak merebak ketika friendster dan my space masih berjaya, kini muncul seiring dengan booming facebook.

mulai dari pasangan suami-istri yang bercerai karena salah satu ketahuan berhubungan lagi dengan mantan pacar, kekerasan dalam rumah tangga akibat menuliskan “single” dalam status. lebih dari itu, beberapa instansi bahkan menutup situs ini pada jam kerja dengan alasan penurunan produktivitas akibat para pegawainya. yang lebih mengerikan adalah dalam minggu-minggu ini, dua kasus remaja perempuan dilarikan teman yang baru dikenalnya lewat facebook.

bukan facebook-nya yang salah melainkan para penggunanya. seperti pepatah the man behind the gun

saya jadi ingat dengan salah satu polemik tentang facebook beberapa waktu lalu. dimana salah satu lembaga keagamaan waktu itu mengeluarkan fatwa haramnya facebook jika digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya. saya tidak ingin memperdebatkan keabsahan tentang fatwa itu karena itu di luar ranah saya untuk mengomentari keabsahannya. namun saya ingin menggarisbawahi, sudah saatnya kita melek dengan fenomena si facebook ini. jangan sampai kita terlena hingga akhirnya kita terbangun dan semuanya sudah terlamapau terlambat untuk dicegah.

sudah saatnya kita –masyarakat-  bersama pemerintah dalam ini kementrian komunikasi dan informatika, kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta berbagai lembaga perlimdungan perempuan dan anak serta praktisi IT segera mengambil sikap. jangan sampai ekses negatif dari jejaring sosial yang nantinya bukan hanya facebook merusak negeri ini.

mengambil langkah bijak. dan bukan menutup akses facebook namun lebih ke arah penyadaran terhadap bahaya penyalagunaan internet secara umum, situs jejaring sosial yang dalam hal ini diwakili oleh facebook. karena pada dasarnya saya setuju bahwa bukan facebook-nya yang salah melainkan para penggunanya. seperti pepatah the man behind the gun. penggunanya yang menentukan akan dibawa ke mana alat yang tersedia. karena pada intinya brainware lah yang memegang peranan dibandingkan software atau hardwarenya.

sebab banyak juga hal bermanfaat yang bisa digunakan via facebook. seperti perjuangan melawan korupsi salah satunya yang diwakili dengan satu juta keanggotaan grup yang mendukung pembebasan ketua KPK beberapa waktu lalu. atau seperti dukungan dalam kasus prita mulyasari.

sekarang tergantung kita mau memilih yang mana. apakah menjadikan facebook sebagai media untuk menuju nilai-nilai moral yang berperadaban ataukah kita membiarkan ekses negatifnya merusak sendi-sendi nilai budaya indonesia yang luhur. karena pada dasarnya facebook adalah seperti sebuah goro-goro modern. yang kita harusnya bisa mengambil makna dari lakon tersebut. atau jika tidak maka lakon itu akan menjadi facebook, fesbuk, pesbuk dan terakhir wes…buk alias wes bubuk atau ya sudah tidur saja.

photo courtesy: bbc.co.uk

11 thoughts on “Facebook, Sebuah Goro-goro Modern

  1. Alfan F

    Sebenarnya batasan umur untuk facebook itu berapa sih? Saya jadi sepet juga pas liat anak2 sd atau smp sudah mainan facebook. Ancurnya status relationshipnya diisi married ….. wuohhh… menggila

    Balas
  2. iloveespresso Penulis Tulisan

    kemarin sih ngecek terakhir minimal 15 tahun mas. tapi anak tetangga kelas 3 SD juga sudah disuruh gurunya buat akun di fesbuk. jadi sudah salah kaprah…payah…gurunya juga ga ngerti batasan umur…

    Balas
    1. admin Penulis Tulisan

      tul…mas…tapi jika itu betul kan jadi ada pertanyaan, kenapa mereka tidak bisa bermain seperti bapak ibunya dulu? mungkin tempat mereka bermain sekarang sudah digusur? nah…kalo gini sapa yang salah….

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s