Adu Nyali Di Kasus Century

Akhirnya setelah berbulan-bulan muncul berbagai media dan menyita perhatian semua pihak, sidang pansus Century memasuki babak akhir. Bak sinteron, jalannya rapat pansus angket skandal Bank Century diwarnai dengan berbagai macam adegan, mulai dari adegan yang mengharukan hingga adegan yang kadang bikin kita sebel, kesel ataupun gemes.

Ketika pansus ini mulai bergulir, banyak pihak yang menyangsikan kinerja dari pansus. Rekam jejak kinerja yang buruk dari lesgislatif selama ini terlampau lekat di benak masyarakat. Meski ada pula yang optimis dengan kinerja pansus yang katanya baru pertama kali didukung oleh seluruh fraksi di legislatif.

Seiring berjalannya waktu dan dengan pemberitaan yang intens dari media, bahkan hingga adegan yang dikatakan “menusuk” norma kesantunan dengan adanya kata-kata makian dalam sebuah rapat yang diliput dan disiarkan secara langsung, kepercayaan dengan masyarakat atau mungkin lebih tepat jika disebut sebagai opini yang berkembang di masyarakat bahwa pansus telah bekerja dengan baik.

Meski demikian, kita tetap diharuskan untuk kritis dalam menyikapi kinerja yang demikian. Karena mengingat politik Indonesia yang terkenal begitu cair hingga kadang apa yang terjadi di permukaan tidak sesuai dengan apa yang terjadi di balik layar.

Kini pansus telah sampai pada babak akhir. Konklusi yang ditunggu berbagai kalangan. Segenap rakyat Indonesi berdebar-debar menunggu bagaimana akhir cerita. Apakah seperti laiknya sebuah sinetron yang memiliki rating tinggi sehingga harus diteruskan sehingga menjadi Pansus Century jilid II, III bahkan mungkin nanti jika sampai berlarut-larut hingga bulan puasa akan muncul Pansus Century season Ramadhan mirip sebuah sinetron di teve swasta ataukah pansus ini berujung dengan sebuah kesimpulan akhir yang akhirnya menyeret para pemuncak negeri ini.

Beberapa hari yang lalu, saat semua fraksi dalam pansus menyatakan pendapat akhir fraksi, muncul perdebatan tentang penyebutan nama pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam kasus Century. Menurut sebagian anggota pansus, kasus ini bukanlah sekedar adanya aliran dana ke salah satu parpol atau calon presiden atau wapres melainkan lebih besar dari itu. Ada empat item yang diperiksa mulai dari merger Century yang sejak semula memang dinyatakan bermasalah, kemudian rapat untuk memutuskan menyelamatkan Century yang juga akhirnya bermasalah karena dianggap melanggar perppu yang dikatakan telah ditolak oleh DPR. Selanjutnya item ketiga yang akhirnya menjadi polemik hangat antara partai pemenang pemilu dan oposisi di legislatif bahkan membawa isu yang dikatakan membawa retaknya koalisi yang diusung partai pemenang pemilu yaitu soal apakah penyelamatan Century itu sudah tepat atau tidak. Dan terakhir, soal aliran kemana dana penyelamatan Century sebesar 6,7 trilyun yang menurut pihak penguasa dirampok oleh pemilik Century namun tidak sepenuhnya dipercaya oleh lawan politik mereka di DPR.

Ada hal yang nampaknya layak dicermati seusai pembacaan pandangan akhir fraksi. Adanya adu nyali dari pihak-pihak yang berseberangan dalam kasus Century. Tidak peduli apakah dia dari partai penguasa, partai pendukung koalisi penguasa yang tidak setuju dengan sikap partai penguasa serta partai-partai yang memang sejak awal memilih untuk beroposisi di parlemen.

Dari partai-partai meskipun dari partai pendukunug koalisi dengan penguasa melakukan safari kesana kemari seakan mencari lebih banyak dukungan dan legitimasi baik itu dari tokoh masyarakat maupun LSM.

Di lain pihak, pihak penguasa yang dicurigai menerima aliran dana Century, melakukan aksi-aksi tandingan. Safari hingga melakukan lobi-lobi kepada berbagai pihak. Bahkan hingga ditengarai melakukan tekanan kepada pihak-pihak yang mengusung angket Century dengan mengungkit kasus-kasus yang disangka terkait dengan partai-partai tersebut. Sebut saja kasus tunggakan pajak, kasus suap pemilihan deputi gubernur senior BI hingga yang terbaru kasus LC dari salah satu anggota dewan.

DI hari-hari menjelang penyampaian kesimpulan, adu kekuatan makin nyata. Hari ini (28/02), di Jakarta diadakan demo mendukung presiden dan wakil presiden untuk bertahan hingga 2014. Mungkin demo ini untuk memberikan pressure sekaligus psy war kepada anggota dewan yang berada dalam pansus Century agar tidak mengutik-utik presiden dan wakilnya hingga masa kepemimpinannnya berakhir.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, andaikan dalam kesimpulan akhir nanti memang benar-benar pihak yang dinyatakan bersalah harus mundur, apakah kemudian langkah tersebut akan berlanjut ke langkah selanjutnya? Atau kemudian seperti kasus-kasus sebelumnya, akhirnya menguap dan menghilang akibat lobi-lobi di balik layar?

Rasanya akan lebih baik jika pihak-pihak yang merasa melakukan kesalahan untuk mundur. Mungkin inilah yang terbaik. Tapi jika tidak, mungkin sebaiknya pihak-pihak penegak hukum di bidang korupsi jika nanti para pihak yang dinyatakan bersalah dalam kasus Century terbukti melakukan korupsi sebaiknya penegak hukum  lantas tak sungkan untuk segera mengusut.