“Sparkling” Blog vs “Silent” Blog

Seringkali saya jalan-jalan hanya sekedar melihat di forum wordpress atau melihat situs-situs yang “totally” dibangun dari blog seperti The Huffington Post atau Techcrunch. Dan seringkali pula di berbagai forum saya melihat  ada yang bertanya bagaimana caranya agar traffic dari sebuah blog tinggi.

Lantas ada yang mecoba dengan menambahkan berbagai “tempelan” berupa widget, chicklet atau animasi hanya sekedar entah berniat “menghiasi” blog untuk menarik pembaca yang berujung pada traffic yang meningkat atau dengan “tempelan” tadi berusaha mendapatkan tambahan penghasilan.

Well, itu semua sah-sah saja karena memang itu adalah urusan ‘taste’ masing-masing pihak. Namun, untuk blog di WordPress.com, saya ingin berbagi pengalaman atau mungkin lebih tepatnya brainstorming.

Menurut saya, terlebih dulu kita harus menentukan blog yang akan kita buat. Personal blog, part time blog yang menghasilkan penghasilan tambahan atau memang sebuah blog yang dari situ penghasilan utama kita berasal. Jika membuat blog di WordPress.com, tentu saja sesuai persyaratan adalah lebih mengarah ke sebuah blog personal. Mungkin jika blog dibuat Blogger, blog bisa menjadi sebuah sarana dimana kita mendapatka penghasilan tambahan. Dan jika blog adalah sumbr mata pencaharian utama kita, maka mungkin kita bisa mulai dengan mencontoh bagaimana The Huffington Post atau Techcrunch dibuat, dimanajemen dan dipasarkan sehingga menjadi salah satu blog yang berpengaruh. Sebagai catatan, The Huffington Post dan Techcrunch adalah sekian blog yang menjadi pemuncak di Technorati.

Selanjutnya adalah seberapa informatif isi dari artikel yang kita tulis. Seringkali ini dikatakan sebagai faktor utama dari sebuah blog untuk menarik pengunjung. Sebuah blog yang unik, dikemas dengan cara menarik tentu saja akan menjadi pilihan pertama untuk dilirik daripada yang sekedar copy-paste dari blog atau situs lain.

indah dan menarik, penuh dengan animasi mungkin menurut kita adalah membanggakan namun mungkin menjadi sebaliknya di mata pembaca,menjemukan

Bahkan jika anda berani, anda bisa menulis artikel yang vivere veri coloso alias memuat artikel yang kontroversial, menayangkan topik-topik yang sensitif dalam masyarakat seperti isu agama atau yang lain. Saya berani jamin, jika anda sedikit mempunyai nyali dalam hal ini, traffic di blog anda akan melonjak tajam. Namun jika tidak, masih ada banyak cara yang bisa anda gunakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan di blog anda.

Kemudian berikutnya adalah kemudahan. Mengapa kemudahan?! Bayangkan anda berbelanja di sebuah supermarket yang besar. Kemudian anda berniat membeli barang. Apa yang pertama kali anda lakukan?! Anda akan mencoba mencarinya terlebih dahulu. Dan setelah beberapa saat anda mencari namun masih tidak ketemu juga anda akan mencoba bertanya kepada penjaga. Setelah barang yang ingin anda beli ketemu, terakhir anda akan menuju kasir dan menuju pintu keluar.

Nah…sama seperti sebuah blog. Bayangkan blog adalah toko anda, etalase anda dimana semua barang dagangan anda yang menarik anda pasang di kotak kaca. Bayangkan jika pembeli anda mencari sebuah topik dalam blog anda yang kebetulan nyempil di blog anda. Ia tidak menemukan panduan yang dalam hal ini bisa diibaratkan sebuah kotak pencari atau bisa juga sebuah daftar isi. Kemudian setelah bersusah payah ia tidak menemukan beranda yang dalam hal ini semacam pintu keluar. Bisakah anda bayangkan betapa susahnya. Terkecuali anda hanya ingin ber-say hai dengan pelayan toko dengan hanya menulis di buku tamu mungkin masalahnya akan menjadi lain.

Yang berikutnya mungkin adalah sebuah tampilan. Tampilan merupakan sebuah hal yang relatif. Tergantung dari mana kita melihatnya. Jika anda sering berkunjung ke situs Gunawan Mohammad di tempointeraktif maka mungkin akan terlihat bahwa di pojok itu terlihat begitu sederhana namun isi artikenya menggambarkan kapasitas penulisnya. Atau The Huffington Post misalnya, begitu sederhana dengan paduan warna hijau dan putih namun sanggup menjadi sebuah blog yang berpengaruh.

Indah dan menarik, penuh dengan animasi mungkin menurut kita adalah membanggakan namun mungkin menjadi sebaliknya di mata pembaca, menjemukan. Jika dianalogikan kembali seperti sebuah toko, apakah anda menghias toko sehingga membuat pribadi anda terkesan hingga kagum namun membuat pelanggan anda lari karena merasa ketika berbelanja, ruangan menjadi sangat sempit, penuh dengan pajangan anda.

Atau anda tipe yang mengalah dengan tidak terlalu memberikan hiasan yang berlebihan di toko anda namun memberikan pelayanan yang membuat pelanggan betah berlama-lama di toko anda.

Memberikan hiasan, perlu disadari juga, akan memberikan beban bagi google untuk melakukan crawling ke blog anda. Kecuali anda membuat blog di Blogger, yang notabene adalah halaman dari google, maka anda perlu mempertimbangkan untuk menambah banyak hiasan dalam blog anda. Seperti pengalaman pribadi saya ketika menggunakan theme yang agak berat, saya melihat waktu yang diperlukan google untuk meng-crawling menjadi meningkat.

Bisa anda bayangkan tamu yang datang ke rumah anda. Setiap kali ia datang ke rumah anda, ia ingin segera mengungkapkan maksud dan tujuannya namun malah anda ajak berputar-putar rumah anda kemudian anda ajak bicara tanpa arah tujuan. Mungkin seperti itulah perasaan google ketika harus meng-crawling ke sebuah blog pribadi yang dihosting pada sebuah host gratis dengan bandwith terbatas namun hanya disuguhi widget, badge serta chicklet yang tidak perlu.

Sekarang terserah kepada anda. Apakah anda ingin menjadi sebuah “sparkling” blog ataukah sebuah “silent” blog.

Catatan: Ini adalah pendapat amatir. Dilarang tersinggung dengan isi artikel.

Foto:robertsalceda.com 

 

Beranda       Daftar Isi

9 thoughts on ““Sparkling” Blog vs “Silent” Blog

  1. Thomas

    Sangat Informatif….Artikel yang sangat membangn mas….sebagai seorang newbiew saya sangat mendapat masukan dengan mambaca blog anda. Dan saya rasa teman2 yang berniat membuat blog bisa membaca artikel anda ini sebagai panduan awal. Bolehkah saya merekomendasikan artikel anda ini ke teman2 saya?? Kalo boleh saya akan sangat berterima kasih. Salam Hangat.

    Balas
  2. Thomas

    Thanks mas Arif. Salam Hangat. Saya masukkan blog mas arif di blogroll saya ya?? Maukah mas arif juga memasukkan blog saya ke blogroll mas Arif??Thanks Anyway.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s