Dongeng, Sebuah Epifeni Lingkungan

Dongeng selalu mengambil peran besar dalam perkembangan kepribadian manusia. Bukan saja ia mengandung pesan moral yang bersifat humanis namun padanya terkandung banyak kebijaksanaan yang pada ujungnya berperan dalam pembentukan karakater suatu bangsa. Jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk sastra tutur yang lain, maka seni dongeng memiliki fleksibilitas dalam mengangkat masalah-masalah sosial kultural untuk disajikan kepada para audiens-nya.

Para pakar parenting pun setuju dengan besarnya peran dongeng dalam perkembangan karakter anak. Bahkan saat anak belum lahir ke dunia pun, para ahli menyarankan untuk mulai mengajak berdialog dengan calon bayi melalui sebuah dongeng.

Seakan-akan dongeng menjadi berkah, anugerah besar dalam pembentukan karakter suatu bangsa. Mungkin jika tidak ada dongeng, orang tua akan kesulitan dalam berkomunikasi dengan buah hatinya.

Bayangkan bagaimana susahnya seorang ibu menjelaskan tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya kepada sang anak jika harus dengan pendekatan yang begitu ilmiah, begitu rumit. Namun tatkala dijelaskan dengan bahasa sang anak, ia begitu lancar, begitu gampang diterima dalam logika sang anak tanpa harus menjadikan si anak sebagai objek pelengkap dalam sebuah cerita dongeng melainkan menjadi sebuah subjek yang mengambil peran besar.

Dan dongeng pun berkembang seiring dengan interaksi antar bangsa. Dongeng menjadi semacam pahat yang mengukir watak dan karakter sebuah bangsa dalam hubungannya dengan bangsa lain. Bangsa yang cenderung ketika kecil ditanamkan nilai-nilai untuk mencintai lingkungan melalui dongeng, maka tatkala sebuah bangsa mendapati isu tentang iklim dan pemanasan global, ia akan cenderung lebih responsif dan segera ikut dalam barisan menyelamatkan sumber daya yang masih tersisa di bumi.

Meski kadang hubungan seperti ini tidak akan seratus persen mempengaruhi kebijakan pemerintahan. Tapi manakala pemimpinnya adalah seorang yang ketika kecil sering ditanamkan value pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan maka diharapkan kebijakan yang timbul bukanlah kebijakan yang semata-mata berusaha mengeruk sumber daya alam untuk kemudian menyisakan kerusakan dan polusi  yang  berujung pada perubahan iklim secara global.

Sumber foto:georgia.lib.vt.us

Beranda     Daftar Isi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s